Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan kembali muncul di panggung publik dengan langkah baru yang menarik perhatian banyak kalangan. Pada 17 Desember 2025, ia secara resmi meluncurkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sekaligus membuka pendaftaran organisasi masyarakat (ormas) bernama Gerakan Rakyat di kantor sekretariat organisasi tersebut di Jakarta Selatan. Momentum ini dianggap sebagai babak baru dalam konsolidasi gerakan sosial yang bertujuan mewujudkan perubahan dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Anies menyampaikan bahwa perjuangan sekelompok individu yang selama dua tahun terakhir bekerja di balik layar kini memasuki fase yang lebih besar. Tidak lagi hanya berkumpul sebagai pegiat perubahan, Gerakan Rakyat sekarang membuka kesempatan bagi seluruh warga Indonesia untuk bergabung dalam perjuangan kolektif mereka. Beliau mengatakan bahwa hal ini adalah langkah penting untuk menjawab tantangan besar yang dihadapi bangsa, termasuk dalam hal perlindungan lingkungan hidup.
Anies kemudian menegaskan salah satu cita-citanya melalui langkah nyata ini: mewujudkan Indonesia yang hutannya lebih hijau. Ia menyebutkan bahwa organisasi ini sejalan dengan harapannya tentang masa depan Indonesia yang tidak hanya adil dan sejahtera secara sosial, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Gerakan Rakyat untuk memasukkan isu lingkungan, seperti pelestarian hutan, sebagai bagian dari agenda perjuangan mereka.
Acara peluncuran KTA sendiri diwarnai dengan penyerahan secara simbolis kartu tersebut kepada berbagai kalangan masyarakat yang hadir. Tidak hanya tokoh politik, KTA juga diberikan kepada perwakilan masyarakat dari berbagai latar belakang – mulai dari pengemudi ojek daring, guru madrasah, pedagang kecil, ibu rumah tangga, hingga tenaga kesehatan tradisional – menunjukkan pendekatan inklusif organisasi ini.
Selain itu, Anies juga secara pribadi mendapatkan penghargaan simbolis sebagai Anggota Kehormatan pertama Gerakan Rakyat, dengan KTA bernomor 001, yang diserahkan kepadanya oleh Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid. Penetapan ini menunjukkan posisi khusus Anies dalam organisasi tersebut, bukan sekadar sebagai pendukung umum, tetapi sebagai figur sentral yang memberi semangat ideologis pada gerakan itu.
Menurut Anies, peralihan yang terjadi – dari kumpulan pegiat menjadi organisasi yang membuka diri untuk masyarakat umum – adalah bukti dari visi besar Gerakan Rakyat untuk menjadi ruang yang bisa menampung aspirasi rakyat luas. Ia mengajak semua pihak untuk bahu-membahu, bergotong-royong, dan saling membantu demi cita-cita bersama. Pernyataan ini mencerminkan semangat kolektivitas yang menjadi nilai inti organisasi.
Pendirian KTA dan pembukaan pendaftaran ini dinilai oleh banyak pihak sebagai tanda bahwa Gerakan Rakyat sedang mempersiapkan diri untuk peran yang lebih besar di kancah nasional, termasuk potensi menjadi kendaraan politik formal di masa depan. Beberapa pengamat politik menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memetakan dukungan masyarakat dan meningkatkan kekuatan organisasi di berbagai lapisan rakyat sebelum mengambil langkah lebih lanjut, seperti pendirian partai politik.
Momentum ini juga dianggap berkaitan erat dengan dinamika politik nasional saat ini. Belakangan, Gerakan Rakyat telah semakin vokal dalam menyuarakan aspirasi sosial dan bahkan dipandang memiliki kedekatan dengan aspirasi politik tertentu ke depan – terutama karena keterlibatan figur Anies Baswedan yang dikenal luas dan memiliki basis pendukung besar di berbagai wilayah.
Beberapa tokoh internal Gerakan Rakyat menilai peluncuran KTA adalah langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi dan memantapkan posisi mereka sebagai gerakan rakyat yang masif dan terorganisir. Di beberapa daerah, seperti Sulawesi Selatan, pengurus daerah menyambut baik peluncuran ini dan berharap organisasi ini bisa memperkuat kerja-kerja kerakyatan serta menjunjung tinggi etika perjuangan yang bermartabat.
Pengurus di daerah juga menyatakan bahwa dengan adanya KTA, struktur organisasinya akan semakin kuat dan solid dalam menjalankan program-program yang mendukung kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, serta pelestarian lingkungan yang holistik. Mereka menekankan pentingnya kedisiplinan organisasi dan ketulusan niat sebagai kunci dalam menjalankan visi besar ini.
Langkah peluncuran KTA ini muncul di tengah spekulasi bahwa Gerakan Rakyat tengah bersiap mengambil peran politik yang lebih formal. Pekan berikutnya, organisasi ini memang bergerak untuk menjadi partai politik resmi, bahkan menggelar Rakernas untuk membahas langkah tersebut. Dalam Rakernas itu Gerakan Rakyat menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai figur yang diharapkan memimpin Indonesia di masa depan, walau pendaftaran resmi sebagai partai politik masih dalam proses.
Dengan momentum peluncuran KTA ini, langkah Gerakan Rakyat berpotensi menjadi salah satu fokus utama lanskap politik dan sosial Indonesia dalam waktu dekat, karena sentimen publik terhadap isu-isu lingkungan, keadilan sosial, dan pemberdayaan masyarakat makin kuat. Hal ini bisa menjadi titik awal perjalanan panjang organisasi ini menuju peran yang lebih formal di panggung nasional.